Dalam masyarakat jawa, wesi kuning memiliki popularitas yang cukup baik. Bahan untuk

membuat wesi kuning adalah emas, perak, perunggu, kuningan, tambaga, meteor, dan mangan.
Ketujuh unsur ini dijadikan satu dalam tempat peleburan, kemudian sang empu membuat
cetakan-cetakan kecil untuk membuat benda tertentu.
Dari ketujuh unsur yang menjadi bahan utama tersebut, jumlah atau kadar masing-masing
unsur menjadi rahasia bagi sang empu untuk mengantisipasi adanya tiruan dari empu lainnya.
Pada umumnya bentuk dari wesi kuning yang ada, adalah berbentuk kacil, mudah dibawa,
berwarna kuning keemasan. Bentuk umum yang sering dijumpai adalah berbentuk jarum,
gada dengan ukuran mini ( 2-4 cm ), lempengan kecil sebagai gantungan kalung. Pada umumnya
manfaat dari wesi kuning adalah untuk kekebalan baik pukulan maupun senjata tajam. Jika berbentu
jarum, biasanya wesi kuning tersebut berada di dalam kepompong ulat.
Biasanya pengujian keaslian adalah dilihat dari kemampuan yang dimiliki wesi kuning. Pengujian
tersebut adalah dengan menaruh wesi kuning pada pohon pisang, kemudian pohon tersebut
dibacok atau ditembak dengan senapan angin dengan jarak yang sangat dekat.